Syekh Ath-Thayyibi menjelaskan tentang Kesempurnaan pelafalan Harakat :
الشيخ الطيبي رحمه الله تعالى في اتمام الحركات
وَكُـلُّ مَضْمُـومٍ فَلَـنْ يَتِـمَّا * إِلَّا بِـضَـمِّ الشَّفَتَـيْنِ ضَـمَّـا
وَذُو انْخِفَاضٍ بِانْخِفَاضٍ لِلْفَـمِ * يَتِـمُّ وَالْمَفْتُوحُ بِالْفَتْـحِ افْهَـمِ
إِذِ الْحُرُوفُ إِنْ تَكُنْ مُحَرَّكَـهْ * يَشْرَكُهَا مَخْرَجُ أَصْلِ الْحَـرَكَهْ
أَيْ مَخْرَجُ الْوَاوِ وَمَخْرَجُ الْأَلِفْ * وَالْيَاءُ فِي مَخْرَجِهَا الَّذِي عُـرِ
فَـإِنْ تَـرَ الْقَارِئَ لَـنْ تَنْطَبِقَا * شِفَاهُـهُ بِالضَّمِّ كُـنْ مُحَقِّـقَا
بِأَنَّـهُ مُنْتَـقِـصٌ مَـا ضَـمَّ * وَالْـوَاجِبُ النُّـطْقُ بِـهِ مُتَمَّـا
كَذَاكَ ذُو فَتْحٍ وَذُو كَسْرٍ يَجِبْ * إِتْـمَامُ كُـلٍّ مِنْهُمَا افْهَمْهُ تُصِبْ
فَالنَّقْصُ فِي هَـذَا لَـدَى التَّأَمُّلِ * أَقْبَحُ فِي الْمَعْنَى مِنَ اللَّحْنِ الْجَلِي
إِذْ هُـوَ تَغْيِيرٌ لِـذَاتِ الْحَرْفِ * وَاللَّحْنُ تَغْيِيرٌ لَـهُ بِالْـوَصْـفِأ
Program 3 Tahun
https://kuliahbagus.com/2025/01/13/kuliah-bagus-angkatan-22/
Program 1 Tahun
Syekh Ath-Thayyibi menjelaskan tentang Kesempurnaan pelafalan Harakat
1. “Setiap harakat dhammah tidak akan sempurna, kecuali dengan mendekatkan kedua bibir dengan sempurna.”
2. “Harakat khafadh (kasrah) sempurna dengan menurunkan mulut, dan harakat fathah yang sempurna dengan membuka mulut. Pahamilah.”
3. “Karena huruf-huruf yang memiliki harakat akan berbagi tempat keluarnya (makhraj) dengan asal harakatnya.”
4. “Yaitu makhraj wau, makhraj alif, dan ya pada makhrajnya yang telah diketahui.”
5. “Jika kamu melihat seorang qari (pembaca Al-Qur’an) tidak menutup kedua bibirnya dengan sempurna pada dhammah, pastikan hal itu terjadi....
6. “Karena ia mengurangi (kesempurnaan) dhammah, padahal wajib menyempurnakan pengucapannya.”
7. “Demikian pula fathah dan kasrah, wajib menyempurnakan setiap harakat ini. Pahamilah dan kamu akan mendapat kebenaran.”
8. “Kurangnya (kesempurnaan) dalam hal ini, setelah direnungkan, lebih buruk dalam makna daripada kesalahan (lahn) yang jelas.”
9. “Karena hal ini mengubah hakikat huruf, sedangkan lahn hanya mengubah sifatnya.”
Dalam sembilan bait di atas dijelaskan bahwa dalam menggerakkan Bibir dan lidah dalam pelafalan harakat dan Makharijul huruf harus dilakukan secara totalitas. Misalnya dalam Pelafalan dhammah harus mendekatkan kedua bibir, untuk kasrah dengan merapatkan kedua bibir dan saat Fathah dengan membuka mulut.
Namun apakah gerakan gerakan itu dilakukan secara frontal dan berlebihan atau biasa saja?
Berikut penjelasan imam al Jazari dalam kitab Muqaddimah Al Jazariyah :
يجب عند تحقيق هذه الحركات مراعاة عدم المبالغة وتحقيقها بلطف ودون تعسف كما اشار بن الجزرى في المقدمة:
مكملاً من غيرِ ما تَكَلُفِ باللطفِ في النطقِ بلا تعسفِ
وإن تفهم ذلك تكون قد اصبت في قراءتك القرءان الكريم
بن الجزرى
Dalam menerapkan gerakan ( bibir dan lidah) ini, harus diperhatikan agar tidak berlebihan dan melakukannya dengan lembut tanpa kekerasan, sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Al-Jazari dalam kitab Muqaddimah Al Jazariyah nya:
"Menyempurnakan tanpa memberatkan, dengan kelembutan dalam pelafalan tanpa Berlebihan."
Jika Anda memahami hal ini, maka Anda telah benar dalam membaca Al-Qur'an dengan baik.
-Ibnu Al-Jazari
JADI MADZHAB YANG BENAR DALAM PELAFALAN MAKHARIJUL HURUF ADALAH DENGAN GERAKAN MULUT, LIDAH YANG BIASA SAJA, NORMAL, TIDAK PERLU BERLEBIHAN.
https://www.facebook.com/share/r/15r8phKZwG/?mibextid=uSdriS
__
الشيخ العلامة الطيبي (شهاب الدين أحمد بن أحمد بن بدرد الدين بن إبراهيم الطيبي (910-979 هـ) وهى منظومة من بحر الرَّجَزِ في (193)
Syekh Al-'Allamah Ath-Thibi (Syihabuddin Ahmad bin Ahmad bin Badruddin bin Ibrahim Ath-Thibi, 910-979 H). Karya ini merupakan sebuah nadham yang ditulis dalam Bahr Ar-Rajaz sebanyak 193 bait.
___
Ustadz Khudori
0 Komentar